Home

Workshop IOT

Inixindo mengadakan workshop IoT yang berlangsung pada Rabu (3/5) di Inixindo Jakarta yang dihadiri oleh Harjono selaku Instruktur. Workshop tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta pemahaman tentang Internet of Things (IoT) kepada peserta sehingga nantinya peserta dapat membuat perangkat Internet of Thingsnya sendiri.

Workshop yang berlangsung selama 6 jam tersebut dibuka tentang pembahasan Revolusi Industri 4.0. Perlu diketahui jika penerapan Internet of Things itu sendiri disebut sebagai Revolusi Industri 4.0. Lalu dilanjutkan dengan proses instalasi Arduino serta praktik langsung yang salah satunya membahas tentang sensor-sensor yang digunakan dalam perangkat IoT.

Salah satu sensor yang digunakan ialah sensor pengukur jarak yang digunakan untuk mengukur jarak diantara dua benda. Peserta juga mendapatkan demo langsung dari Instruktur tentang penggunaan dari sensor pengukur suhu dan temperatur.

Workshop Geographic Information System (GIS)

Saat ini peta banyak digunakan oleh orang-orang bukan hanya untuk mencari jalan, melainkan untuk melihat lokasi kemacetan hingga kecelakaan. Namun saat ini belum banyak tersedia peta yang khusus untuk memetakan bencana.

Karena itu, Inixindo mengadakan workshop  Geographic Information System (GIS). GIS sendiri merupakan teknologi smart mapping. Teknologi GIS memungkinkan pembelajaran hubungan spasial antar data.

GIS dapat digunakan untuk melihat bencana yang terjadi di suatu Daerah baik itu bencana banjir ataupun longsor. Teknologi GIS dapat monitoring secara real time sehingga membantu tim SAR jika ingin mengevakuasi korban bencana.

GIS juga banyak memberikan keuntungan baik untuk pemerintah, swasta ataupun kelompok masyarakat tertentu. Salah satu contohnya adalah pada perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, dengan GIS perusahaan bisa memantau persebaran ATM ataupun cabang di beberapa wilayah serta memastikan apakah persebaran tersebut merata atau tidak.

Event Bootstrap 4 Inixindo

Saat ini hampir sebagian masyarakat membaca berita bukan lagi melalui koran namun menggunakan smartphone. Karena itu penting bagi para web developer dan designer untuk membuat tampilan web yang menarik dilihat serta mudah diakses dan tidak menyulitkan pengguna.

Karena itu Inixindo mengadakan seminar Responsive Web with Bootstrap 4 yang juga membahas tentang UI dan UX.

Berdasarkan riset 95% pengguna setuju jika pengalaman yang baik saat berselancar di web merupakan faktor utama dan 94% mengatakan jika pengguna melihat sebuah website berdasarkan design dari website tersebut.

Karena itu User Interface (UI) dan User Experience (UX) sangat berpengaruh terhadap jumlah visitor sebuah web. UX sebuah web yang responsive juga harus dibarengi dengan tampilan design yang menarik sehingga pengguna tidak akan mudah bosan.

Salah satu framework yang mendukung UI dan UX yang menarik adalah Bootstrap. Bootstrap pertama kali di kembangkan pada pertangahan 2010 di Twitter oleh Mark Otto dan Jacob Thornton. Bootstrap merupakan framework untuk membuat tampilan design web responsif yang dapat menyesuaikan pada tampilan layar pengguna baik itu desktop ataupun mobile.

Penggunaan Bootstrap dapat mempersingkat waktu dan mempermudah para developer untuk membangun front-end website karena Bootstrap sudah menyiapkan semuanya seperti tombol, grid navigasi dan lain sebagainya.

Selain itu Bootstrap juga menyediakan banyak pilihan template yang dapat membuat tampilan sebuah website menjadi lebih menarik. Sehingga baik UI ataupun UX sebuah website dengan framework Bootstrap akan mampu menarik visitor serta meningkatkan jumlah kunjungan.